KALI ini kami sajikan kumpulan twit Jumat Gus Mus yang beliau bagi pada tahun 2017. Karena pertimbangan karakter yang banyak, maka twit Jumat Gus Mus di tahun 2017 kami pecah menjadi dua bagian. Di bagian pertama, kami rangkum twit Jumat yang beliau bagikan dari bulan Januari hingga Juni.

Oh, iya. Pada postingan sebelumnya, kami menjanjikan untuk merangkum twit Gus Mus pada tahun 2016. Di tahun 2016, kami tidak dapat menjangkau twit beliau. Di tahun ini, kami hanya bisa merangkum twit pada bulan November dan Desember saja.

Oleh karenanya, kami langsung sajikan rangkuman twit Jumat pada tahun 2017. Semoga dilain waktu kami bisa menyajikannya kepada seluruh pembaca sekalian. Sebagai gantinya, kami sajikan tulisan beliau yang berjudul “Jumat dan Silaturrahmi” yang beliau tulis pada tahun 2016.

Baca juga: Twit Jumat ala Gus Mus Sepanjang 2015

Berikut Twit Jumat Gus Mus dari Januari-Juni 2017
Sekali lagi, jangan berlebihan dalam segala hal; termasuk dalam menyukai dan membenci. (05/01)

Bersikap baik dan hati-hati terhadap Allah itu wajib. Juga terhadap hamba-hamba-Nya. (12/01)

Firman Allah: “Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu” (Q.S. 28:77); bukan sebagaimana orang berbuat baik kepadamu. (26/01)

Nabi menyuruh orang yang mengimani Allah dan hari akhir agar berbuat baik kepada tetangga, memuliakan tamu, dan bicara baik atau diam. (02/02)

Kita punya banyak hal yang indah yang apabila kita syukuri dengan semestinya, hidup kita akan indah. Kita punya agama, keluarga, saudara, kawan, doa, dan yang terindah: Allah Swt. (09/02)

Jiwa besar lahirkan sikap kesatria dan toleran. Jiwa kerdil lahirkan dendam dan kebencian. (16/02)

Orang yang merendahkan sesama makhluk Allah merasa dirinya lebih tinggi, seperti saat iblis merendahkan Adam. (23/02)

Cara mudah untuk saling memberi dan sekaligus bersama mengingat kemurahan Allah ialah saling mendoakan. (09/03)

Allah tidak segera menghukum kita ketika kita berbuat dosa, untuk memberi kesempatan kita bertaubat dan memperbaiki diri. (16/03)

Logikanya, perjalanan yang lebih jauh dan kehidupan yang lebih lama, memerlukan bekal yang lebih banyak. (23/03)

Persoalan pribadi kita janganlah kita biarkan mempengaruhi dan merusak hubungan baik kita dengan sesama. (30/03)

Upayakan agar minimal orang yang engkau sayangi menjadi baik atau lebih baik, setidaknya dengan mendoakannya. (06/04)

Kita tidak boleh meremehkan dan menganggap kecil sesuatu dosa. Sering beristigfar, mohon ampun kepada Allah, adalah sikap hati-hati yang penting. (13/04)

Percaya dan berbaik sangka terhadap Allah, membuat kita percaya diri, murah hati, dan tak mudah putus asa. (20/04)

Malaikat tak pernah salah. Setan tak pernah benar. Manusia bisa benar, bisa salah. Maka kita dianjurkan saling mengingatkan, bukan saling menyalahkan. (27/04)

Masing-masing kita punya kelebihan dan kekurangan. Marilah saling melengkapi dan menyempurnakan untuk mencapai kebahagiaan sempurna, kebahagiaan bersama. (04/05)

Boleh jadi dosa yang kita anggap remeh adalah dosa besar di sisi Allah. Maka kita perlu selalu berhati-hati danbanyak beristigfar kepada-Nya. (11/05)

Nasihat “berpikirlah sebelum bertindak”, mencakup juga berpikir “sebelum bicara” dan “sebelum menulis”. (18/05)

Marilah kita jadikan momentum Ramadan untuk muhasabah, mengevaluasi diri, bagi peningkatan kualitas kehambaan kita. (25/05)

“Banyak orang puasa yang hanya mendapatkan lapar dan haus.” (Hadis). Semoga kita tidak termasuk mereka. Amiin. (01/06)

Sering kali pilihan Tuhan untuk kita, tidak seperti yang kita inginkan. Baru belakangan kita ketahui bahwa pilihan-Nya-lah yang terbaik. (15/06)

Allah Maha Pemaaf, suka memaafkan. Bagi kita hamba-hamba-Nya pun, meminta dan memberi maaf sama-sama mulianya. Dan, aku meminta maaf. (22/06)

Kata orang bijak, orang yang suka mencela orang lain adalah orang yang paling banyak celanya. (29/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here