PERSAHABATAN dua tokoh kita ibarat kedekatan sepasang mata
Orga tubuh yang punya banyak sisi sama, meski posisinya beda
Dari sisi bentuk, fungsi dan kompisisi keduanya sama
Dari segi posisi, keduanya berada di tempat berbeda
Karena berbeda, keduanya justru saling mengisi dan melengkapi

Keduanya sama-sama ulama mumpuni
Bedanya, yang satu menekuni tafsir firman Ilahi
Lainnya, menggumuli budaya dan seni
Tafsir tanpa budaya adalah teks yang kehilangan konteks
Budaya tanpa rujukan tafsir ayat suci adalah kering kehilangan makna

Keduanya sama-sama pintar berceramah
Bedanya, yang satu bercelana panjang di tengah kalangan menengah atas
Lainnya, bersarung dikerumuni kalangan menengah bawah
Jika keduanya berada di posisi yang sama, boleh jadi terjadi kompetisi
Tapi karena berada di posisi berbeda, maka jadinya bersinergi

Baca juga: Kala Gus Mus dan Quraish Shihab Bicara Agama

Sebagaimana sepasang mata, tak ada yang berupaya saling mendahului
Keduanya sama-sama piawai menulis
Bedanya, yang satu menulis karya akademik yang ilmiah
Lainnya, menulis karya sastra yang indah
Karya akademik dan karya sastra, keduanya perlu dibaca dan dicerna
Agar terjaga keseimbangan pikiran dan rasa

Sebagaimana kedua mata yang perlu dijaga,
agar penglihatan awas dan jelas senantiasa
Keduanya sama-sama pandai mengolah kata
Bedanya, yang satu mengolah kalimat pendek menjadi
penjelasan panjang dalam bentuk makalah dan buku
Lainnya, mengolah kalimat panjang menjadi ringkasan
dan rangkuman dalam bentuk puisi, prosa, dan cerpen
Kadua produk kepandaian itu menunjukkan
bahwa kata-kata adalah sesuatu yang tak jumud
Karena kata-kata bergerak sesuai kemampuan manusia mengolahnya

Baca juga: Fatwa Ahad ala Gus Mus

Seperti mata yang mampu melihat berbagai
sudut pandang tapi tetap fokus dengan bidangnya
Keduanya dipercaya sebagai penebar kebenaran
Bedanya, yang satu bergelar Profesor Doktor,
lambang otoritas akademik kaum intelektual
Lainnya, menyandang Kiai Haji,
pengakuan kealiman dan kesalehan secara sosio kultural
Keduanya adalah tempat penampungan
Bedanya, yang satu menampung inspirasi dari berbagai referensi
Lainnya, menampung aspirasi dari berbagai persepsi

Sekali lagi, mereka berdua ibarat sepasang mata
Tapi mereka bukan sekadar sepasang mata kepala
yang menyaksikan setiap peristiwa apa adanya
yang terkadang faktanya tak mencerminkan kondisi sesungguhnya
Mereka sekaligus mata hati yang mampu mencerna
mengartikulasi setiap fakta dalam makna
tentang masyarakat, kehidupan, dan agama

Baca juga: Catatan Gus Mus; Arab Pegon dan Blangkon

Keduanya memberikan pengaruh yang amat positif, keduanya tiada beda
Keduanya memberikan pencerahan jiwa pada setiap argumentasinya
Keduanya memberikan kesejukan hati pada setiap tutur katanya

Jika mata keduanya digunakan sebagai cara pandang Mata Najwa
Maka acara ini bisa diberi slogan baru
Mata Najwa mencerahkan jiwa, menyejukkan hati

Baca juga: Catatan Gus Mus: Nasihat-nasihat dalam Bermedia Sosial

Ode ini ditulis oleh Lukam Hakim Saifuddin untuk Gus Mus dan Quraish Shihab, ode yang diberi judul Persahabatan Dua Mata dibaca pada acara Mata Najwa yang bertajuk “Cerita Dua Sahabat” pada 28 Juli 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here