SELAIN organ struktural yang sudah resmi dibubarkan oleh pemerintah Indonesia, ada juga organ fungsional HTI yang masih berjalan sampai sekarang. Dan, organ-organ funsional HTI diisi oleh orang-orang dan ditugaskan menyusup ke semua sektor yang ada di negara Indonesia untuk memuluskan agendanya mendirikan Khilafah.

Baca juga: Setelah HTI Bubar, Lahirlah Karim

Berikut beberapa organ fungsional HTI yang masih diaktifkan sampai sekarang:

Lajnah Thalabun Nushrah
Lajnah ini bertugas menyusup ke TNI-Polri untuk merekrut perwira tinggi dan menengah kemudian dibina dalam “halaqah-halaqah” HTI dan ditugaskan melakukan kudeta. Lajnah ini amat-sangat rahasia. Di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota.

Dipimpin oleh seorang “Ketua Lebih” dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional.

Baca juga: Kejayaan Islam Bukan Karena Khilafah

Lajnah Fa’aliyah
Lajnah ini bertugas menyusup ke lembaga-lembaga negara, partai politik, dan ormas Islam untuk merekrut ketua lembaga seperti ketua MPR, DPR, DPD, menteri-menteri, MA, MK, Kejaksaan Agung, ketua partai, dan organisasi-organisasi kemasyarakatan.

Kemudian dibina dalam “halaqah-halaqah” HTI dan ditugaskan mengkondisikan lembaga negara, partai dan ormas-ormas untuk mendukung kudeta yang dieksekusi oleh dewan jenderal yang telah dibina oleh Lajnah Thalabun Nushrah. Melakukan kudeta di tingkat pusat hanya ada lima orang anggota.

Dipimpin oleh seorang “Ketua Lebih” dan disupervisi langsung oleh Amir Hizbut Tahrir internasional.

Ketua Lajnah Fa’aliyah HTI sekarang adalah M. Rahmat Kurnia (dosen Intitut Pertanian Bogor, IPB).

Baca juga: Ibn Khaldun dan Penyebab Runtuhnya Khilafah

Lajnaj Siyasiyah
Lajnah ini bertugas membangun opini masyarakat. Masyarakat dipastikan menyerang pemerintah agar masyarakat mendukung Khilafah melalui tulisan yang disebarkan dengan nama fiktif.

Misalnya, seperti Nasrudin Joha, buletin Kaffah, tabloid Media Umat, channel YouTube Khilafah Channel, dll.

Lajnah ini juga yang mengatur dan mensupervisi gerakan LBH Pelita Umat. LBH ini bentukan HTI.

Baca juga: Jangan Suriahkan Indonesia

Lajnah Khos Ulama
Lajnah ini bertugas menyusup ke pesantren-pesantren dan majlis taklim untuk merekrut para kiai dan ustadz yang akan dibina dalam “halaqah-halaqah” HTI untuk memberi dukungan bagi tegaknya Khilafah versi HTI.

Lajnah ini diisi oleh anggota senior HTI yang punya latar belakang santri. Antara lain: Mustofa Ali Murtadha, Yasin Muthahhar, Ahmad Junaidi (Gus Juned), Nurhilal Ahmad, Abdul Karim, dll. Mereka mempublikasi kegiatan di www.shautululama.id.

Baca juga: Kala Santri Diajak Gabung HTI

Lajnah Thullab wal Jami’ah
Lajnah ini bertugas merekrut pelajar dan mahasiswa melalui Rohis dan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang berafiliasi ke HTI. Juga melalui komunitas milineal yang dibuat oleh aktivis HTI seperti: #yukngaji yang diinisiasi oleh Felix Siauw, KARIM, dll. Untuk LDK-LDK yang berafiliasi dengan HTI dikumpulkan dalam BKLDK dan Gema Pembebasan.

Juru Bicara HTI
M. Ismail Yusanto didampingi wakilnya, Farid Wajdi.

Mudir Maktab
Posisi ini dijabat oleh Anwari alias M. Anwar Iman alias Suwarno. Selain menjadi pusat data, informasi dan administrasi internal, “mudir maktab” juga menjadi penterjemah surat-surat dari Amir HT internasional dan mengelola majalah internal “al-Wae’ie”.

Baca juga: Kenapa Hizbut Tahrir Berkantor di Inggris?

Lajnah Dosen, Peneliti dan Akademisi
Bertugas merekrut para akademisi (dosen, peneliti, tenaga administrasi kampus) untuk dibina dalam “halaqah-halaqah” HTI. Lajnah ini dikomandani oleh Prof. Fahmi Amhar dibantu Dr. Kusman Sadik (dosen IPB), Dr. Fahmi Lukman (dosen UNPAD), dll.

Wajib diviraLkan, biar umat lslam tidk tertipu!

Sumber: Diambil dari akun Facebook MWC NU Gapura

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here