MBAH Maimun Zubair adalah seorang ulama karismatik yang  lahir bertepatan dengan momen bersejarah Hari Sumpah Pemuda; 28 Oktober 1928 di Rembang, Jawa Tengah. Beliau adalah pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang.

Dawuh-dawuh beliau selalu meneduhkan, apalagi di tengah kecamuk politik yang menjenuhkan.  Berikut enam dawuh atau pesan Mbah Maimun Zubair yang indah—yang mengajak kita semua untuk selalu berbuat baik dari hal-hal kecil dan selalu berpikir postif.

Baca juga: Kiai Sahal dan Kesederhanaannya

  1. Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah. Barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.
  2. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah. Barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.
  3. Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
  4. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia. Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
  5. Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah “alif, ba’, ta’…” kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariah untukmu—yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
  6. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.

al-Imam Ibnu al-Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ
“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya.”

Baca juga: Kala Mbah Hasyim dan Kiai Fakih Berbeda Pandangan

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunahnya, bukan karena panjang salat malamnya, tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.

Rasulullah bersabda:

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun (hanya) bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” (HR. Muslim)

Baca juga:
Kiai Ali Maksum dan Pohon Kristen
Cara Unik Syaikhona Kholil Mendidik Santrinya

Mari selalu berusaha berperilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here