MENGAPA ada aturan menyembelih hewan dalam Islam? Pertanyaan ini yang langsung dihujamkan ke saya dari Mbak Presenter berinisial “E”.

Faktor utama adalah karena hewan darat memiliki darah sehingga harus disembelih. Sembelih sendiri hakikatnya adalah mengeluarkan ruh dan darah hewan. Terbukti ada hewan laut yang darahnya tidak banyak dihukumi halal meskipun sudah mati tanpa disembelih:

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ﺃﺣﻠﺖ ﻟﻨﺎ ﻣﻴﺘﺘﺎﻥ: اﻟﺤﻮﺕ، ﻭاﻟﺠﺮاﺩ
Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Telah dihalalkan bagi kita dua (2) bangkai; ikan dan belalang.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad dan Baihaqi)

Bangkai dan darah diharamkan dan diulang beberapa kali di dalam Alquran, misalnya ayat:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah…” (al-Mā’idah: 3)

وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ
“…Dan (haram) hewan yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya…”

Baca juga: Hukum Kurban Pakai Uang

Ketika hewan sudah disembelih dengan syarat; (1) terputus “Hulqum” atau tempat keluarnya nafas, (2) terputus “Mari’” atau tempat keluarnya makanan, dan (3) “Wadajain” atau urat di sebelah kanan dan kiri di leher hewan, maka daging hewan tersebut menjadi halal, segar, bergizi dan menyehatkan.

Ternyata, dari aturan dalam menyembelih hewan ini manfaatnya tetap untuk kebaikan manusia.

K.H. Ma’ruf Khozin
Aswaja Center PWNU Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here