Ketika kabar keberadaan rumah pelacuran di pinggiran kota Damaskus tersebar di tengah masyarakat, beberapa tokoh kemudian mengadukan hal itu kepada Sayyid Badruddin bin Yusuf Al-Hasani. Beliau adalah ulama dan wali besar yang dikenal seantero negeri Syam, baik oleh kalangan ulama, awam, pemerintah, bahkan para pelacur sekali pun.

Sayyid Badruddin lalu menyuruh murid kesayangannya, Syeikh Yahya yang kala itu sudah berusia 60 tahun untuk memberikan uang dan hadiah kepada para pelacur tersebut. Bukan main kagetnya Syaikh Yahya menerima perintah gurunya ini. Namun karena adab, beliau tetap melakukan tugas itu tanpa sedikit pun bertanya.

Syaikh Yahya lalu mendatangi rumah pelacuran dan membagikan uang serta aneka hadiah kepada mereka sambil berkata.

“Guruku Sayyid Badruddin menyampaikan salam kepada kalian dan meminta kalian untuk mendoakan beliau.”

Salah seorang pelacur berkata, “Bagaimana mungkin ulama yang alim seperti beliau meminta doa dari kita?”
·
Setelah kejadian itu, ketika masyarakat hendak melakukan salat subuh, mereka digemparkan oleh kedatangan para pelacur yang berbondong-bondong salat subuh di masjid Sayyid Badruddin. Mereka lalu bertaubat dan berubah menjadi wanita terhormat.

Sayyid Badrudin Al-Hasani yang bergelar Khatamul Huffaz Wal Muhadditsin (penutup para Huffaz dan Muhaddis) merupakan guru-guru ulama negeri Syam saat ini. Beliau menguasai berbagai macam ilmu, khususnya ilmu tafsir dan hadis. Beliau hafal enam kitab induk hadis lengkap dengan syarah dan nama-nama perawinya.

Beliau mengajar dengan tingkatan murid berbeda, mulai dari ahli tafsir, ahli hadis, ahli fikih, para sufi, mufti, qadhi (hakim), pejabat pemerintah hingga kalangan awam, semuanya saling menunggu giliran mendengar majelis beliau sesuai tingkatannya masing-masing.

 

Dikutip dari kitab Muhadditsu Assyam As Sayyid Badruin Al Hasani…..
Sumber tulisan: tobu darkah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here