KENAPA Hizbut Tahrir, pejuang Khilafah kantor pusatnya bisa berada di Inggris? Tidak usah heran, ajaran Wahabi dulu dibawa oleh Mr. Hampher yang menyamar menjadi Islam juga dari Inggris.

Sejarah Wahabi–sejak berdiri hingga mapan sekarang ini–diwarnai dari pusara konflik yang dibantu oleh Inggris dan sekutu negara lainnya.

Sayang, tidak banyak yang mengetahui sejarah berdirinya pemahaman Wahabi dan Kerajaan Arab Saudi hingga di Indonesia memiliki basis pengembangan yang mudah dilacak.

Baca juga:
Kala Santri Diajak Gabung HTI
Tak Usah Bersikap Lunak Pada Aktivis-aktivis HTI

Berikut kami sajikan dari tahun per tahun, tragedi apa saja yang terjadi berkaitan dengan sejarah kelam Wahabi.

Tahun 1701: Muhammad bin Abdul Wahab dilahirkan di Uyainah, Nejd.

Tahun 1713-an ke atas: Pergi ke Basrah untuk menuntut ilmu, di sana Muhammad bin Abdul Wahab bertemu Mr. Hempher. Ia adalah mata-mata Inggris yang mengaku sebagai Muslim dari Turki yang punya misi mencari kelemahan untuk menghancurkan Khilafah Turki Ottoman dari dalam.

Hempher menggunakan Muhammad bin Abdul Wahab sebagai boneka penyebaran mazhab baru yang “bebas” dengan dalih kebebasan ijtihad “mengkaji langsung dari Alquran dan Hadis” walaupun menyelisihi pemahaman para sahabat, para Imam Mazhab yang empat dan para ulama mu’tabar.

Hempher menjanjikan dukungan dana dan senjata dari Inggris bagi Imam Mujtahid yang baru muncul ini. Tujuan utama Hempher adalah agar Muhammad bin Abdul Wahab mencetuskan revolusi pemberontakan melepaskan diri dari Khilafah Islam Turki Ottoman.

Baca juga: Setelah HTI Bubar, Lahirlah KARIM

Walhasil, Khilafah Turki Ottoman berhasil dihancurkan atas campur tangan Mr. Hampher dari Inggris. Lucunya, sekarang ada gerakan yang ingin memperjuangkan Khilafah tapi Kantor Pusatnya juga ada di Inggris.

Nah, semestinya dari sini kita bisa menarik benang merahnya, bagaimana bisa orang yang dulu menghancurkan Turki Ottoman sekarang mau mendirikan Khilafah? Mikir!

Baca juga:
Kejayaan Islam Bukan Karena Khilafah
Ibn Khaldun dan Penyebab Runtuhnya Khilafah

Sumber: Generasi Muda NU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here