SENIN, sehari setelah Iduladha 1440 H, saya mudik ke kampung halaman bertemu dengan sepupu Gus Abdurrohim Said, beliau bercerita bahwa Lora Utsman—istri beliau berdua berkerabat di Pontianak—menyimpan banyak manuskrip Syaikhona Kholil Bangkalan.

Besoknya, Selasa, saya langsung sowan menemui beliau di dekat kawasan Suramadu. Alhamdulillah, saya lihat sendiri bagaimana beliau menjaga dan menulis kembali beberapa kitab tersebut. Satu di antara kitab beliau saya posting di Facebook dan ternyata mendapat respon dari banyak kalangan, khususnya LTN PWNU Jatim.

Baca juga: Cara Unik Syaikhona Kholil Mendidik Santrinya

Setelah malam ini, berkumpul setidaknya tiga perwakilan lembaga di lingkungan PWNU Jatim, ada LTN (Lembaga Ta’lif wa Nasyr/Informasi, Komunikasi, dan Publikasi), LazisNU Jatim dan Aswaja NU Center, bersepakat akan mengawal proses penerbitan karya-karya Syaikhona Kholil Bangkalan, mulai kepada Hak Kekayaan Intelektual, percetakan hingga launching di Hari Santri 22 Oktober di kantor PWNU Jatim. Insyaallah. Semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran. Amin.

Syaikhona Kholil Bangkalan sampai hari ini lebih populer dengan karomahnya. Namun, sisi lain dari beliau ternyata memiliki banyak karya kitab. Karomah para Auliya terkadang tidak dapat ditiru dan hanya dapat diceritakan. Namun, karya-karya kitabnya dapat kita ambil banyak manfaat dan ilmu di dalamnya.

Baca juga: Cinta Tanah Air dalam Kitab Syaikhona Kholil Bangkalan

K.H. Ma’ruf Khozin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here