NUSANTARA adalah nama desa kecil yang kerap menjadi desa percontohan. Di desa itu, semua umat agama hidup berdampingan. Bagi mereka, perbedaan adalah keniscayaan. Setiap orang yang berkunjung ke desa Nusantara ini selalu mencari alasan untuk bisa lebih lama tinggal dan menikmati kedamaian dan kenyamanan yang ada.

Hingga pada suatu ketika, Pastor dan Pak Haji—yang sudah bersahabat sejak kecil—terlibat percakapan yang cukup serius. Keduanya sedang merencanakan liburan bareng ke sebuah tempat yang tidak begitu jauh dari desanya.

Tanpa membutuhkan waktu yang lama, mereka berdua—Pastor dan Pak Haji—sepakat berangkat liburan besoknya.

Baca juga: Sedekat Apa Tuhanmu?

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, keduanya pun bersiap-siap menuju terminal untuk mencari bus yang sesuai dengan tujuan liburan mereka. Dan, mereka pun mendapatinya. Pastor dan Pak Haji langsung naik.

Laiknya orang Muslim pada umumnya, saat naik bus Pak Haji mengucapkan doa: “Bismillah…”

Mendengar itu, Pastor langsung menimpalinya: “Maaf, Pak Haji. Ini bukan Bismillah, tapi bis kota.”

Pak Haji pun tersenyum tanpa memberi tanggapan dan langsung menuju kursi yang masih kosong.

Saat perjalan sudah dapat separo, tiba-tiba hujan turun lebat sekali. Di luar, suara petir menyambar sangat keras.

Mendengar itu, Pastor kaget dan reflek seraya berkata: “Haleluya…”

Mendengar itu, gantian Pak Haji yang menimpalinya: “Maaf, Pastor. Tadi itu bukan Haleluya, tapi halilintar.”

Pastor pun langsung menjawabnya: “Hem… Berarti satu sama, nih.”

Baca juga: Mantu Santri

Sesampainya tujuan, ternyata lokasi yang hendak mereka kunjungi banjir. Airnya meluap, rumput-rumput pun tak kelihatan tertutup air yang sudah keruh.

Melihat kondisi seperti itu, Pastor berkata: “Pak Haji, bisa gendong saya tidak. Sumpah, saya alergi dengan air seperti ini.”

Tanpa basa-basi, Pak Haji langsung menggendongnya. Saat digendong, Pastor tertawa lepas sekali.

Pak Haji yang penasaran pun bertanya: “Kenapa Pastor tertawa?”

Pastor: “Baru kali ini ada Pastor naik haji.”

Keduanya pun tertawa lepas dan Pastor pun lepas dari gendongan.

Baca juga: Boleh Menikah Lewat Internet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here