AGAMA sejatinya ajaran penuh cinta dan kasih, agama hadir untuk menyejukkan, sebagaimana bijak bestari katakan: “Cinta memang tidak punya agama, tapi agama penuh dengan cinta.”

Itulah kenapa ulama-ulama Nusantara selalu menyampaikan ajaran agama dan menolak kekerasan dalam bentuk apa pun. Karena Islam hadir untuk memberi rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil ‘alamin.

Dalam bahasa Gus Mus: “Agama adalah kereta kencana yang disediakan Tuhan untuk kendaraan kalian. Jangan terpukau keindahannya saja. Apalagi sampai dengan saudara-saudara sendiri bertikai, berebut tempat paling depan. Kereta kencana cukup luas untuk semua hamba yang rindu Tuhan.”

Baca juga: Catatan Gus Mus: Arab Pegon dan Blangkon

Senada dengan Gus Mus, Quraish Shihab pun mengatakan: “Yakinlah bahwa agama itu tidak sempit. Alquran bisa menampung aneka perbedaan, dia bisa menampungnya. Bahkan saya selalu mengatakan, baik dalam ucapan maupun tulisan, Tuhan mau kita berbeda. Ditampung semua oleh agama, oleh kereta kencana-Nya.

Ya, Islam itu agama laiknya kereta kencana sebagaimana Gus Mus dan Quraish Shihab sampaikan.

Karena itu tugas kita menampakkan keteduhan wajah Islam itu sendiri bukan malah sebaliknya. Karena sejatinya Islam itu ramah bukan marah, Islam itu teduh bukan rusuh, Islam itu merangkul bukan memukul, Islam sopan bukan urakan, dan Islam itu agama yang mengasihi bukan mencaci maki.

Baca juga:
Catatan Gus Mus: Halalbihalal
Kala Mbah Hasyim dan Kiai Fakih Berbeda Pandangan
Kiai Sahal dan Kesederhanaannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here