PADA acara launching “Berkurban” oleh LazisNU Sumenep dan bedah buku “Fiqih Qurban dan Aqiqah; Dilengkapi Hujjah Amaliah Bulan Dzulhijah”, ada penanya yang menyampaikan apakah sedekah dengan uang yang jumlahnya sama dengan harga hewan kurban diperbolehkan?

Memang ada pendapat perorangan dari ulama Salaf tentang sedekah itu. Yakni:

ﻋﻦ اﻟﺜﻮﺭﻱ، ﻋﻦ ﻋﻤﺮاﻥ ﺑﻦ ﻣﺴﻠﻢ، ﻋﻦ ﺳﻮﻳﺪ ﺑﻦ ﻏﻔﻠﺔ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺑﻼﻻ ﻳﻘﻮﻝ: «ﻣﺎ ﺃﺑﺎﻟﻲ ﻟﻮ ﺿﺤﻴﺖ ﺑﺪﻳﻚ، ﻭﻷﻥ ﺃﺗﺼﺪﻕ ﺑﺜﻤﻨﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﻳﺘﻴﻢ ﺃﻭ ﻣﻐﺒﺮ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻲ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺃﺿﺤﻲ ﺑﻬﺎ» ﻗﺎﻝ: ﻓﻼ ﺃﺩﺭﻱ ﺃﺳﻮﻳﺪ ﻗﺎﻟﻪ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﺃﻭ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻗﻮﻝ ﺑﻼﻝ

Dari Tsauri, dari Imran bin Muslim, dari Suwaid bin Ghaflah, bahwa Bilal berkata: “Saya tidak hiraukan jika saya kurban dengan ayam. Sungguh jika saya sedekahkan seharga hewan tersebut untuk anak yatim dan gelandangan lebih saya senangi dari pada berkurban dengan hewan tersebut.” Imran tidak tahu apakah itu perkataan Suwaid atau Bilal (Mushannaf Abdirrazzaq).

Baca juga: Apa Barometer Cinta Tanah Air?

Namun, sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama bahwa tujuan utama dalam kurban adalah menyembelih hewan, dan keutamaan ini tidak dapat diganti dengan sedekah:

ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: «ﻣﺎ ﻋﻤﻞ اﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﻳﻮﻡ اﻟﻨﺤﺮ ﻋﻤﻼ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ، ﻣﻦ ﻫﺮاﻗﺔ ﺩﻡ، ﻭﺇﻧﻪ ﻟﻴﺄﺗﻲ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﺑﻘﺮﻭﻧﻬﺎ، ﻭﺃﻇﻼﻓﻬﺎ، ﻭﺃﺷﻌﺎﺭﻫﺎ، ﻭﺇﻥ اﻟﺪﻡ، ﻟﻴﻘﻊ ﻣﻦ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ، ﺑﻤﻜﺎﻥ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻘﻊ ﻋﻠﻰ اﻷﺭﺽ، ﻓﻄﻴﺒﻮا ﺑﻬﺎ ﻧﻔﺴﺎ»

Dari Aisyah bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada amal manusia yang lebih dicintai oleh Allah di hari raya Kurban ini dibanding menyembelih hewan. Hewan itu akan datang di hari kiamat dengan tanduk, kaki dan bulunya. Dan darah hewan tadi telah diterima oleh Allah (pahalanya) sebelum darah tersebut jatuh ke tanah.” Maka ikhlaskan diri kalian untuk berkurban. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam bahasa kitabnya, menyeblih hewan adalah “Iraqatud Dam”.

Baja juga: Mengapa Ada Aturan Menyembelih Hewan dalam Islam

K.H. Ma’ruf Khozin
Aswaca Center PWNU Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here