SELAIN rutin memabgikan twit hikmat setiap Jumat, Gus Mus juga sering membagikan nasihat-nasihat di Twitter yang beliau tandai dengan “Fatwa Ahad”.

Hari ini, Gus Mus—sesuai dengan pantauan kami—memang tidak lagi membagikan twit “Fatwa Ahad” di akun Twitternya.

Kali ini kami sajikan rangkuman twit “Fatwa Ahad” Gus Mus yang beliau bagikan di Twitter. Jika ada yang kurang mohon dikoreksi. Silakan tambahkan di kolom komentar.

Sekali lagi, mohon maaf jika “Fatwa Ahad” yang kami sajikan kurang lengkap. Berikut twit “Fatwa Ahad” Gus Mus yang berhasil kami rangkum. Selamat membaca.

Baca juga: Twit Jumat ala Gus Mus Sepanjang 2015

Rangkuman Fatwa Ahad Gus Mus
Persaingan untuk mendapatkan kemuliaan, seharusnya dengan beradu kemuliaan. (11 Mei 2014)

Tidak bisakah kita memilih tanpa berselisih? (08 Juni 2014)

Cobalah sekali-kali mengaca saat engkau marah. Tanyakan kepada dirimu: “Itukah wajah aslimu?” (23 Februari 2014)

Jangan mentang-mentang mempunyai plu, semua kita anggap paku. (09 Februari 2014)

Kata-katamu menunjukkan dirimu. (28 September 2014)

Untuk kesekian kalinya, jangan berlebihan. (06 Juli 2014)

Silakan berbeda asalkan tidak asal berbeda. (14 September 2014)

Engkau tidak menjadi benar hanya dengan menyalahkan. Tidak menjadi pintar hanya dengan membodoh-bodohkan. (09 Maret 2014.

Bila suap masuk melalui pintu, amanah pun keluar dari jendela. (20 April 2014)

Ternyata zuhud terhadap jabatan jauh lebih berat daripada zuhud terhadap harta. (22 Juni 2014)

Persaingan untuk mendapatkan kemuliaan, seharusnya dengan beradu kemuliaan. (11 Mei 2014)

Pendengki dengan kedengkiannya hanya menyakiti diri sendiri. (26 Oktober 2014)

Tidak bisakah kita memilih tanpa berselisih? (18 Juni 2014)

Cubitlah dirimu; maka engkau akan tahu mengapa orang dicubit menjerit. (23 Maret 2014)

Kejujuran dan dapat dipercaya adalah salah satu tanda bukti keimanan seseorang kepada Allah. (13 Juli 2014)

Jangan engkau tukarkan wibawa diammu dengan murahnya bicaramu. (19 Oktober 2014)

Jangan rendahkan dirimu dengan merendahkan orang lain. (13 April 2014)

Semoga dengan berpuasa Ramadan, dosa-dosa kita kepada Allah diampuni-Nya. Tinggal kesalahan-kesalahan di antara kita, marilah saling memaafkannya. (27 Juli 2014)

“Irhamu man fil-ardhi yarhamkum man fis-samaa”—hadis. Sayangilah mereka yang di bumi, maka yang di langit pun akan menyayangimu. (20 Juli 2014)

Apakah tidak cupkup dengan membuktikan kehebatan diri dan memuji diri sendiri, mengapa harus juga merendahkan orang lain? (25 Mei 2014)

Penyanjungmu suatu saat bisa saja menjadi pemakimu. Demikian sebaliknya. Maka jangan berlebihan menyanjung atau memaki. (18 Mei 2014)

Sebelum menendang, perlu engkau sadari bahwa engkau akan berdiri dengan satu kaki saja. (30 Maret 2014)

Rendah hati adalah pekerti mulia, lebih-lebih dari orang yang berilmu. Sombong adalah pekerti buruk, lebih-lebih dari orang yang bodoh. (15 Juni 2014)

Dari ungkapan kenabian lama: “Idza lam tastahi fashna’ maa syi’ta”, bila engkau tak malu, berbuatlah sesukamu. (04 Mei 2014)

Kata orang bijak: Janganlah memaksa orang demi mendapatkan kesenanganmu. Bangunlah kebahagiaanmu tanpa menyakiti orang lain. (16 November 2014)

Sering kali nasihat yang tidak ingin engkau dengar, justru nasihat yang sebenarnya engkau perlukan. (03 Agustus 2014)

Jangan lawan nafsu dengan melampiaskannya. Kata al-Busyeiri, nafsu itu seperti bayi; harus disapih. Jika tidak, sampai besar suka menyusu. (27 April 2014)

Hindarilah berbuat dosa. Bila engkau tidak berbuat dosa, waspadalah terhadap yang lebih buruk dari itu, yaitu ‘ujub—bangga diri. (12 Januari 2014)

Pesan Gus Dur, Presiden RI IV: “Jadilah manusia dengan perikemanusiaan yang tinggi…” (29 Desember 2013)

Semua perempuan adalah kaum ibumu; maka hormatilah dan jangan pernah melecehkannya. (22 Desember 2013)

Orang yang merasa tinggi karena kedudukannya, memang kedudukannya terlalu tinggi untuknya. (12 Desember 2013)

Pemimpin manusia yang memimpin manusia haruslah manusia yang benar-benar mansuia, yang mengerti manusia dan bisa memanusiakan manusia. (08 Desember 2013)

Bila engkau mengganti hatimu, berusahalah memilih hati yang belum pernah belajar membenci, agar engkau bisa mencinta. (01 Januari 2013)

Barang siapa mencari isteri atau suami yang sempurna tanpa cela, dia akan jomlo selamanya. (24 September 2013)

Baca juga:
Twit Jumat ala Gus Mus Sepanjang 2017 (I)
Twit Jumat ala Gus Mus Sepanjang 2017 (II)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here