KEMARIN sempat viral video doa menggunakan bahasa Jawa. Video yang diunggah oleh Gus Yusuf Tegalrejo itu menampilkan seroang berdoa menggunakan bahsa Jawa yang kemudian diketahui bahwa doa tersebut adalah doa dari Mbah Dalhar Watucongol.

Beragam reaksi mucul dari warganet, bahkan tak sedikit yang menganggap doa itu sebagai lelucon.

Sebenarnya, berdoa dalam bahasa Jawa tidak asing. Ulama-ulama dulu justru ketika berdoa tidak melulu dengan bahasa Arab. Apakah itu dilarang, tentu saja tidak.

Baca juga: Mengenal Ragam Peran Kiai di Nusantara

Berikut beberapa doa bahasa Jawa yang dibaca oleh ulama-ulama Nusantara:

Mbah Dalhar Watucongol
“Allahumma ubat-ubet; biso nyandang, biso ngliwet. Allahumma ubat-ubet; mugo-mugo pinaringan slamet. Allahumma kitra-kitri; sugih bebek, sugih meri. Allahumma kitra-kitri; sugih sapi, sugih pari.”

Doa ini diijazahkan agar tekun bekerja dan mendapat kelapangan rizki.

Kiai Chalwani Nawawi
“Bismillahirrahmanirrahim. Kun Fayakun, rinekso dhening Allah, jinogo dhening malaikat papat, pinayungan dhening para nabi. Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah.”

Doa ini diijazahkan untuk keamanan dan pencegahan dari bahaya.

Kiai Ma’ruf Kedunglo
“Bismillahirrahmanirrahim. Sang manik cemar uripmu wus kacekel, diluk dingkul katungkul dingkul, Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah.”

Doa ini diijazahkan untuk bekal orang yang mau pidato agar diberi kemudahan dan kelancaran.

Baca juga: Cara Unik Syaikhona Kholil Mendidik Santrinya

Syaikh Nawawi Banten
Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah. Ya Allah, sudah lama tidak hujan, kami minta hujan.”

Doa ini dibaca oleh beliau saat berada di samping Kabah, saat beliau diminta oleh para ulama Mekah untuk berdoa meminta hujan karena lama sekali tidak turun hujan.

Kiai Kholil Kasingan Rembang
Bismillahirrahmanirrahim. Cerma ratu, si bayi lalio duduh susu, ilingo sego lan banyu, adem asrep saking Allah Ta’ala. Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah.”

Baca juga: Karomah Mbah Hasyim Asy’ari

Doa ini dibacakan untuk “nyapih bayi” supaya mudah. Selain yang disebut di atas, tentu masih banyak doa-doa ulama Nusantara yang menggunakan bahasa Jawa atau bahasa daerah lainnya—yang tentu saja doanya mujarab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here