ISLAM adalah agama yang ramah dan santun dan tidak menghendaki umatnya untuk bersikap sombong, dalam hal apa pun. Para guru kita—baik kiai maupun ulama—kerap kali mengingatkan kita semua bahwa sombong itu tidak baik. Ya, orang ahli ibadah pun tidak boleh sombong karena merasa dirinya lebih dari orang lain.

Misal, Gus Mus dalam “Fatwa Ahad” yang beliau bagikan pada 14 Juni 2014 di akun Twitter miliknya. Katanya: “Rendah hati adalah pekerti mulia, lebih-lebih dari orang yang berilmu. Sombong adalah pekerti buruk, lebih-lebih dari orang yang bodoh.”

Dalam Twit Jumatnya, Gus Mus juga pernah menuliskan: “Orang yang sombong, tanpa disadarinya, sebenarnya sedang mempertontonkan kekurangannya.” Jumat, 27 Agustus 2015.

K.H. M. Luqman Hakim juga kerap membagikan twit hikmahnya tentang kedudukan sifat sombong. Katanya: “Tidak ada yang lebih bodoh dibanding orang yang pandai tapi sombong. Dan, tidak ada yang lebih sombong ketimbang orang yang merasa mulia di depan Tuhannya. Mazhab Abu Jahal selalu menanam kebencian pada kebenaran hakiki sebagai harga diri gengsi. Apa arti Islam Iman jika arogansi jadi pakaian.” (02/03/2018)

Dalam waktu yang berbeda, Kiai Lukman juga mentwitkan: “Jika Anda angkuh dan sombong tandanya Allah sedang merendahkan dirimu. Jika Anda rendah hati dan hina dina tandanya Allah mengangkat derajatmu. Jika Anda menuruti hawa nafsu dan maksiat tandanya Allah menghinakanmu.” (27/11/2018)

Berikut dalil yang diambil dari postingan K.H. Ma’ruf Khozin. Dalil ini beliau bagikan di akun Facebooknya. Sebagaimana Kiai Ma’ruf tulis, hadis di bawah ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

Berikut penjelasannya:

ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧﻄﺐ اﻟﻨﺎﺱ ﻳﻮﻡ ﻓﺘﺢ ﻣﻜﺔ

“Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkhutbah saat pembebasan Kota Makkah.”

ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﻨﺎﺱ، ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻗﺪ ﺃﺫﻫﺐ ﻋﻨﻜﻢ ﻋﺒﻴﺔ اﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﻭﺗﻌﺎﻇﻤﻬﺎ ﺑﺂﺑﺎﺋﻬﺎ، ﻓﺎﻟﻨﺎﺱ ﺭﺟﻼﻥ: ﺑﺮ ﺗﻘﻲ ﻛﺮﻳﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ، ﻭﻓﺎﺟﺮ ﺷﻘﻲ ﻫﻴﻦ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ، ﻭاﻟﻨﺎﺱ ﺑﻨﻮ ﺁﺩﻡ، ﻭﺧﻠﻖ اﻟﻠﻪ ﺁﺩﻡ ﻣﻦ ﺗﺮاﺏ

Nabi bersabda: “Wahai manusia, sungguh Allah telah menghilangkan kesombongan jahiliah dan merasa besar dengan keturunan dari kalian. Manusia ada dua. (1) Ada yang berbuat baik, takwa dan mulia kepada Allah. (2) Ada juga yang berbuat dosa, merugi dan menyepelekan kepada Allah. Semua manusia adalah keturunan Adam. Dan Allah ciptakan Adam dari tanah.”

ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ: ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﻧﺎ ﺧﻠﻘﻨﺎﻛﻢ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﻭﺃﻧﺜﻰ ﻭﺟﻌﻠﻨﺎﻛﻢ ﺷﻌﻮﺑﺎ ﻭﻗﺒﺎﺋﻞ ﻟﺘﻌﺎﺭﻓﻮا ﺇﻥ ﺃﻛﺮﻣﻜﻢ ﻋﻨﺪ اﻟﻠﻪ ﺃﺗﻘﺎﻛﻢ ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻢ ﺧﺒﻴﺮ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (al-Hujurat: 13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here